Daihatsu Sigra Kalimalang

Tahun 2003 sebuah proyek ambisius dijalankan oleh Toyota Motor Corporation. Induk dari merek Toyota dan Daihatsu dunia itu menginginkan adanya produk Multi Purpose Vehicle (MPV) dengan harga lebih terjangkau dari MPV pada umumnya yang beredar. PT Astra Daihatsu Motor selaku produsen mobil Daihatsu di Indonesia pun ditunjuk sebagai produsen mobil ini untuk dijual dengan merek Toyota dan Daihatsu. Nama mobil tersebut adalah Avanza dan Xenia.
Seketika mobil ini diluncurkan, mereka langsung menjadi game changer di industri otomotif Indonesia. Segmen yang dibuka bernama Low MPV. Penjualan segmen ini pun masih menjadi penguasa pasar di Indonesia, hingga saat ini. Keberhasilan proyek inipun membuat mereka (ADM dan TAM) memutuskan untuk melanjutkan dengan proyek berikutnya yaitu Rush-Terios (2006), dan Agya-Ayla pada 2013.
Agya-Ayla juga menjadi pionir pada segmen baru yang memang baru dibuka oleh pemerintah, segmen Low Cost Green Car (LCGC). Mobil inipun lagi-lagi menjadi salah satu kontributor terbesar penjualan baik itu untuk Toyota maupun Daihatsu.
Tahun 2014, merek Datsun hadir kembali sebagai representasi merek Nissan di segmen mobil dengan harga terjangkau. Produk GO dan GO+ pun dirilis. Untuk Indonesia, nama model ini diberi akhiran Panca sebagai ketaatan akan regulasi LCGC. GO+ Panca yang berformat LCGC Low MPV berhasil mengubah peta strategi Nissan Motor Indonesia. Lini Datsun menjadi penyumbang terbesar penjualan NMI.
Tampak samping Sigra/Calya
Melihat peluang hanya ada 1 pemain di segmen LCGC Low MPV, keluarga Toyota dan Daihatsu di Tanah Air pun ingin ikut mengail di kolam tersebut. Mereka pun merilis duet Low MPV di segmen LCGC ini dengan nama Toyota Calya dan Daihatsu Sigra.
Beberapa sumber kami di internal penjualan kedua perusahaan sempat menyebut, bahwa kedua mobil ini akan menjadi game changer lagi bak Avanza-Xenia di era 2003. Upaya-upaya maksimal untuk mulai mempromosikan produk inipun telah dilakukan. Salah satunya adalah pelatihan tenaga penjual (sales) untuk mengenal mobil tersebut.
Kami sempat mendapatkan bocoran spesifikasi Sigra. Sangat jelas dipaparkan dalam bocoran spesifikasi tersebut bahwa mobil ini diperkenalkan sebagai pengganjal GO+ Panca.
Dari sektor dimensi, Sigra memiliki ukuran yang lebih besar dari GO+ Panca di semua aspek. Seperti terlihat di foto, panjang Sigra lebih panjang 75 mm, lebih lebar 20 mm, dan utamanya lebih tinggi 110 mm. Penunjang utama lebih besarnya dimensi Sigra adalah wheelbase yang juga lebih melar 75 mm.
Efek dari dimensi yang lebih besar ini tentunya adalah pada ruang kabin yang lebih lapang. Apalagi dibandingkan dengan GO+ Panca, Sigra jadi benar 7-seater untuk orang dewasa ketimbang 5+2 seperti GO+ Panca. Tak hanya itu, ruang bagasi juga bisa dihadirkan dengan luas yang optimal.
Dalam kondisi bangku baris ketiga berdiri, ruang bagasi Sigra masih bisa menampung 263 liter. Uas ini mampu ditempati oleh tiga galon air. Fakta ini jauh lebih lapang dibandingkan bagasi GO+ yang hanya 48 liter dalam kondisi bangku baris ketiga berdiri. Bahkan tak satu galon airpun bisa dimasukkan dalam bagasi tersebut.
Ketika bangku baris ketiga dilipat untuk meningkatkan ruang bagasinya, Sigra pun tercatat menurut sumber memiliki ruang hingga 503 liter. Sedangkan peningkatan yang bisa didapatkan oleh GO+ Panca hanya menjadi 347 liter. Jumlah ruang bagasi yang luas memungkinkan pemilik mobil untuk menyulap baris ketiganya sebagai ruang bagasi yang lebih optimal agar bisa digunakan ketika menempuh perjalanan jauh dengan jumlah orang hanya 5 penumpang saja.
Spek Sigra vs Rival
Pada sisi mesin, Sigra seperti dipaparkan dalam materi tersebut memiliki dua pilihan mesin. Ada unit 1.0 L 3-silinder dan 1.2 liter 4-silinder, keduanya merupakan mesin berbahan bakar bensin. Mesin yang pertama adalah 1KR-VE 3-silinder dengan kapasitas 998 cc (1.0 liter). Mesin ini adalah unit yang sama dengan milik Agya-Ayla saat ini hanya saja dengan penambahan fitur katup variabel VVT-i. output tenaga dari mesin ini mencapai 67 daya kuda dengan torsi hingga 87 Nm.
Unit yang kedua adalah mesin 3NR-VE. Mesin 4-silinder ini konfigurasinya mirip dengan unit yang sudah digunakan oleh Toyota Etios. Dengan kapasitas 1.197 cc (1.2 liter) namun pengembangan diterapkan dengan mengaplikasikan perangkat katup variabel ganda (Dual VVT-i). output tenaganya pun mencapai 88 PS dengan torsi 105 Nm.
Kehadiran Sigra sebagai senjata baru Daihatsu bisa jadi mengubah peta penjualan Daihatsu dan Toyota. Tak heran jika nantinya Sigra dan saudaranya, Calya akan lebih banyak populasinya di jalan raya dibanding Avanza-Xenia saat ini.
CONTACT : ADI (0877-8000-8448)
Previous
Next Post »